Tips agar merawat pasien demam berdarah tanpa menginap di rumah sakit

By | Februari 28, 2018

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan utamanya melalui nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis.

Demam berdarah ringan umumnya ditandai oleh demam tinggi yang mendadak, sakit kepala hebat, rasa sakit di belakang mata, otot, serta sendi, hilangnya nafsu makan, mual, dan ruam pada permukaan kulit. Sedangkan pada demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Merawat pasien demam berdarah dengan berbagai pengobatan rumahan bisa menjadi pilihan untuk menghindari komplikasi dan mengurangi gejala.

Perawatan demam berdarah yang bisa dilakukan di rumah
Jika Anda atau keluarga terinfeksi virus dengue, maka melakukan pengobatan di rumah untuk menggantikan perawatan di rumah sakit bisa menjadi alternatif untuk pemulihan yang cepat dan mengurangi gejalanya. Hal ini dikarenakan tidak ada penanganan spesifik untuk DBD, kebanyakan pasien biasanya pulih dalam 2 minggu.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala demam berdarah ringan maka ada baiknya melakukan hal-hal berikut sebagai pengobatan awal untuk mencegahnya agar tidak semakin parah:

1. Mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak
Pasien demam berdarah sebisa mungkin mencukupi asupan cairan. Dari mulai air putih hingga jus buah sebaiknya dikonsumsi oleh pasien. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi karena demam, serta membantu menurunkan demam.

Selain itu, mengonsumsi banyak air juga membantu meringankan gejala seperti kram otot dan sakit kepala karena keduanya timbul akibat dehidrasi. Air juga akan membantu menghilangkan racun berlebih dalam tubuh untuk dikeluarkan melalui urine.

2. Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri
Paracetamol dapat menjadi pilihan untuk meringankan nyeri dan menurunkan demam. Periksakan ke dokter untuk mengetahui obat mana yang sebaiknya dikonsumsi.

3. Mengonsumsi jambu biji dan makanan sehat yang mudah dicerna
Dokter biasanya menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti makanan yang direbus, sayuran hijau, serta buah-buahan. Salah satu buah yang sudah dikenal manfaatnya untuk mengobati demam berdarah ialah jambu biji. Jambu biji mengandung vitamin C yang dapat membantu mempercepat pembentukan trombosit baru.

Pada pasien demam berdarah, trombosit dalam tubuhnya biasanya berada dalam di bawah ambang normal. Jambu biji mengandung trombinol yang mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat membantu tubuh menghasilkan trombosit yang lebih banyak. Untuk itu mengonsumsi jambu biji bisa menjadi cara efektif untuk membantu meningkatkannya kembali.

Selain itu jambu biji kaya akan quercetin, yaitu senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur yang berguna untuk menghambat pertumbuhan virus, termasuk virus dengue.

4. Melakukan istirahat secara total
Beristirahat secara total atau bed rest sangat dianjurkan untuk pasien demam berdarah jenis apapun. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mempercepat pemulihan.

Perawatan rumahan untuk pasien demam berdarah hanyalah perawatan yang bersifat tambahan sebagai pengganti opname di rumah sakit. Hal ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan dan bergantung pada kondisi pasien. Anda tetap perlu mengonsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Cegah demam berdarah dengan cara…
Pencegahan merupakan jenis pengobatan yang paling efektif. Hal ini disebabkan karena tidak ada vaksin yang bisa melindungi virus demam berdarah. Menghindari gigitan nyamuk menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegahnya. Berikut beberapa cara yang dapat digunakan untuk menjaga lingkungan terbebas dari nyamuk, yaitu:

  • Gunakan pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh, seperti celana panjang, kemeja lengan panjang, serta kaus kaki. Terutama jika Anda melakukan perjalanan ke daerah tropis.
  • Gunakan obat pengusir nyamuk dengan konsentrasi paling sedikit 10 persen diethyltoluamide (DEET), atau konsentrasi yang lebih tinggi untuk pemaparan yang lebih lama. Hindari penggunaan DEET pada anak-anak.
  • Hindari menggunakan sabun yang beraroma harum karena dapat menarik nyamuk. Selain itu penggunaan parfum di daerah yang banyak terdapat nyamuk juga sebaiknya dihindari.
  • Tutup pintu dan jendela rumah jika sudah menjelang sore karena nyamuk biasanya banyak berkeliaran di waktu senja.
  • Hindari berada di luar rumah pada dini hari, sore, dan malam hari dimana nyamuk banyak berkeliaran.
  • Hindari genangan air di rumah. Jika Anda memiliki bak penampung air, sebaiknya tutup agar nyamuk tidak berkumpul di bagian tersebut.
  • Saat berkemah atau piknik, pilihlah area yang tidak terlalu dekat dengan air karena nyamuk senang berkumpul di tempat yang banyak air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *