Kalian Tahu Tidak bahwa Belanda dan Jakarta Lebih Rendah Dari Permukaan Laut ??

By | Agustus 7, 2018

kita bertemu lagi bakal membahas tulisan menarik selanjutnya, anda akan membicarakan sistem perairan yang terdapat di belanda, apa kalian tahu bahwa belanda tersebut sama laksana jakarta yang memiliki elevasi lebih rendah dari pada permukaan laut. jadi dapat dikatakan kalo belanda dulu pun sering banjir dan selama 63 tahun yang kemudian belanda terpapar banjir yang lumayan besar yang menyebabkan tidak sedikit kerugian, tetapi sekarang belanda paling handal dalam menangani banjir.

apa yah rahasia nya sampai kini belanda tidak gampang banjir dan penanganan apa yang ampuh dalam menangani banjir ini yah ?
dengan adanya permasalahan banjir, benlanda membina 13 bendungan raksasa yang dibanngun lamanya 39 tahun. di antara nya yakni Bendungan kesatu berlalu dibangun pada 1958 di Sungai The Hollandse Ijssel dan yang kedua bendungan The Ooster Dam yang melindungi seluruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan semua lengan Laut Utara. tidak melulu berhenti hingga disini belanda masih tidak sedikit melalukan inovasi guna melawan banjir.

akhirnya belanda membina sistem polder yang kompleks guna menghindari ancaman banjir dan air pasang. Polder adalahsistem tata air tertutup dengan elemen mencakup tanggul, pompa, drainase air, empang retensi, penataan lansekap lahan, dan instalasi air kotor terpisah.Sistem polder terdahulu dikembangkan Belanda pada abad ke-11 dan disempurnakan dengan pemakaian kincir angin pada abad ke-13 guna memompa air terbit dari wilayah yang sedang di bawah permukaan air laut. Perjuangan melawan banjir telah dilaksanakan Belanda nyaris selama satu milenium.


Pemerintah Belanda menciptakan Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yakni pembangunan infrastruktur polder strategis guna menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Proyek Delta ini akan meminimalisir resiko banjir di South Holland dan Zeeland guna sekali per 10.000 tahun. Meskipun Proyek Delta telah berlalu tahun 1997, masih terdapat ancaman eskalasi muka air laut dampak perubahan iklim yang mendorong Belanda guna terus-menerus menyempurnakan sistem poldernya. Ini ialah perjuangan berat jangka panjang bangsa Belanda dan tidak berhenti dalam membina infrastuktur dalam menaklukan air. kereen yah bangsa belanda

apa tersebut Polder, polder ialah dataran rendah yang membentuk wilayah yang dikelilingi oleh tanggul. Pada wilayah ini air buangan laksana air kotor dan air hujan dikoleksi di sebuah badan air (sungai, kanal) kemudian dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, sampai pada kesudahannya dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Polder juga dapat diartikan sebagai tanah yang direklamasi. Sistem polder tidak sedikit diterapkan pada reklamasi laut atau muara sungai, pun pada manajemen air buangan (air kotor dan saluran hujan) di wilayah yang lebih rendah dari permukaan laut dan sungai. Unsur terpenting di dalam sistem polder ialah organisasi pengelola, tata kelola sistem berbasis partisipasi masyarakat yang demokratis dan mandiri, serta infrastruktur tata air yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Sedangkan pemerintah melulu bertanggung jawab terhadap pengintegrasian sistem-sistem polder, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan sungai-sungai utama. sistem polder disini memang butuh ongkos besar karena perlu pompa yang besar dan pemantauan yang berkala. terdapat tambahan inilah ini ada potret kehebatan belanda walau daratan lebih rendah dari pada permukaan air laut, tapi mereka masih menjadi negara maju

bagaimana yah bila sistem ini di lakukan pada jakarta dan kota-kota yang terdapat di indonesia, pasti tidak sedikit penggusuran di pemukiman sebab sistem laksana ini perlu lahan yang besar dan juga duit yang mencukupi.
bersumber dari liputan6 bahwa gubernur DKI jakarta saat berangjangsana di belanda, sempat mempelajari sistem penanganan banjir pada pemukiman penduduk. semoga indonesia dapat keluar dari bencana banjir laksana belanda 🙂 .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *